- 2 Dimensi, game yang mengadopsi teknologi ini rata-rata game yang termasuk ringan, tidak membebani system. Tetapi game dengan kualitas gambar 2D tidak enak dilihat apabila dibandingkan dengan game 3D sehingga rata-rata game online sekarang mengadopsi teknologi 2,5D yaitu dimana karakter yang dimainkan masih berupa 2D akan tetapi lingkungannya sudah mengadopsi 3D.
- 3 Dimensi, game bertipe 3 DImensi merupakan game dengan grapis yang baik dalam penggambaran secara realita, kebanyakan game-game ini memiliki perpindahan kamera (angle) hingga 360 derajat sehingga kita bisa melihat secara keseluruhan dunia games tersebut. Akan tetapi game 3D meminta spesifikasi komputer yang lumayan tinggi agar tampilan 3 Dimensi game tersebut ditampilkan secara sempurna.
Senin, 27 Juni 2016
Game Berbasis Jaringan
Kamis, 16 Juni 2016
Ubiquitous Computing
Pengertian Ubiquitous Computing
Perbedaan Mobile, Grid, Cloud, dan Ubiquitous computing
- Mobile computing menggunakan teknologi mobile untuk menjalankannya seperti handphone, carputer dan ultra mobile PC, sedangkan grid dan cloud computing menggunakan PC pada umumnya untuk menjalankannya.
- Biaya untuk pengadaan energi bagi mobile computing cenderung lebih mahal dibanding grid dan cloud computing apabila tidak ada sumber daya listrik karena membutuhkan sumber daya pengganti yaitu baterei.
- Mobile computing tidak terlalu membutuhkan tempat yang besar untuk mengoperasikannya dibanding grid dan cloud computing karena cenderung portable dan mudah dibawa kemana saja.
- Pada mobile computing, proses komputasi cenderung dilakukan sendiri oleh user. Pada grid computing, proses komputasi dilakukan terpusat maupun tidak terpusat dimana consumer membutuhkan discovery server. Pada cloud computing, proses komputasi membutuhkan ASP dan internet sebagai media penghubung.
- Ubiquitous Computing secara terminologi berarti “komputasi dimanamana”, yang berarti kita dapat melakukan komputasi dimana saja dan kapan saja, tanpa perlu berada di depan perangkat komputer (off the desktop).
Aspek yang Mendukung Ubiquitos Computing
Natural Interfaces
Context Aware Computing
Micro-nanotechnology
Apakah Indonesia sudah mendukung Ubiquitous Computing
- Semakin berkembangnya teknologi jaringan khususnya jaringan nirkabel yang memungkinkan transfer data dapat dilakukan dengan lebih cepat dengan biaya yang relatif lebih kecil.
- Tingkat kemampuan masyarakat dalam menggunakan atau membeli komputer dengan kemampuan tinggi. Walaupun masih terbatas untuk kalangan tertentu, seperti pelajar, mahasiswa, profesional, pelaku bisnis dan sebagainya, namun pemakaiannya sudah semakin menyebar sehingga orang awam pun sudah terbiasa dengan lingkungan di mana komputer merupakan alat bantu dalam kegiatan-kegiatan sehari-hari.
- Cepatnya perkembangan dan penyebaran teknologi komunikasi di kalangan masyarakat luas memenuhi kebutuhan ubiquitous communication yang merupakan salah satu pilar teknologi Ambient Intelligence.
- Kebutuhan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi yang sudah semakin banyak tersedia. Ketersediaan sumber daya manusia ini didukung oleh semakin berkembangnya sekolah-sekolah tinggi dan universitas-universitas yang khusus mendalami bidang ilmu komputer dan teknologi informasi.
- Situasi lingkungan yang menuntut tersedianya fasilitas pelayanan yang lebih efisien dan cepat. Jumlah populasi penduduk yang terus meningkat akan menimbulkan masalah kualitas pelayanan dari berbagai instansi yang melayani masyarakat luas. Masalah-masalah tersebut antara lain: antrian yang disebabkan banyaknya orang yang memerlukan layanan yang sama pada saat yang sama, kepadatan lalu-lintas yang juga disebabkan oleh makin banyaknya orang memerlukan layanan. Bukan hanya pelayanan transportasi, tapi juga pelayanan-pelayanan lain yang memerlukan transportasi karena mereka harus datang ke lokasi
Kamis, 28 April 2016
Grid Computing
Pengertia Grid Computing
Grid computing merupakan sebuah sistem komputasi terdistribusi, yangmemungkinkan seluruh sumber daya (resource) dalam jaringan, seperti pemrosesan, bandwidth jaringan, dan kapasitas media penyimpan, membentuk sebuah sistem tunggal secara virtual. Dimana sumber daya ini berbeda dalam hal kebijakan dan mekanisme yaitu mencakup sumber daya komputasi yang dikelola oleh sistem batch berbeda, sistem storage berbeda pada node berbeda. Kebijakan berbeda dipercayakan kepada user yang sama pada sumber daya berbeda pada Grid. Grid computing memiliki sifat alami dinamis artinya Sumber daya dan pengguna dapat sering berubah.Sabtu, 16 April 2016
Artificial Intelligence Pada Sebuah Game
Artificial Intelligence
Game
Game AI (Artificial Intelligence)
- Penglihatan (vision)
- Suara (voice), ucapan (speech)
- Gerakan anggota badan ( gesture)
Jenis-Jenis Kecerdasan Buatan
- Sistem Pakar (Expert System), komputer sebagai sarana untuk menyimpan pengetahuan para pakar sehingga komputer memiliki keahlian menyelesaikan permasalahan dengan meniru keahlian yang dimiliki pakar.
- Pengolahan Bahasa Alami (Natural Language Processing), user dapat berkomunikasi dengan komputer menggunakan bahasa sehari-hari, misal bahasa inggris, bahasa indonesia, dan sebagainya.
- Pengenalan Ucapan (Speech Recognition), manusia dapat berkomunikasi dengan komputer menggunakan suara.
- Robotika & Sistem Sensor.
- Computer Vision, menginterpretasikan gambar atau objek-objek tampak melalui komputer.
- Intelligent Computer-Aided Instruction, komputer dapat digunakan sebagai tutor yang dapat melatih & mengajar.
- Game Playing.
- Soft Computing
Kelebihan Kecerdasan Buatan
- Lebih bersifat permanen
- Lebih mudah diduplikasi & disebarkan.
- Lebih murah.
- Bersifat konsisten dan teliti karena kecerdasan buatan adalah bagian dari teknologi komputer sedangkan kecerdasan alami senantiasa berubah-ubah.
- Dapat didokumentasi. Keputusan yang dibuat komputer dapat di dokumentasi dengan mudah dengan cara melacak setiap aktivitas dari sistem tersebut. Kecerdasan alami sangat sulit untuk direproduksi.
- Dapat mengerjakan beberapa task lebih cepat dan lebih baik dibanding manusia.
Contoh Game Dengan AI
Kamis, 14 April 2016
Mobile Computing
1. Definisi
2. Sejarah & Perkembangan
Kamis, 31 Maret 2016
Konsep Pembuatan Script Game Computer
Apa itu game?
Apa itu game engine?
Kamis, 17 Maret 2016
Pengantar Komputasi Modern
A. Pengertian Komputasi Modern
- Komputer-komputer penyedia sumber daya bersifat heterogenous karena terdiri dari berbagai jenis perangkat keras, sistem operasi, serta aplikasi yang terpasang.
- Komputer-komputer terhubung ke jaringan yang luas dengan kapasitas bandwidth yang beragam.
- Komputer maupun jaringan tidak terdedikasi, bisa hidup atau mati sewaktu-waktu tanpa jadwal yang jelas.
B. Pengertian Cloud Computing
Senin, 27 April 2015
Keamanan Sistem Operasi, Database, dan Evaluasi Keamanan Sistem Operasi
Keamanan sistem operasi
Komponen Arsitektur Keamanan Linux
1. Account Pemakai (user account)
Macam User :
Root : Kontrol system file, user, sumber daya (devices) dan akses jaringan.
User : Account dengan kekuasaan yang diatur oleh root dalam melakukan aktifitas dalam system.
Group : Kumpulan user yang memiliki hak sharing yang sejenis terhadap suatu devices tertentu.
2. Kontrol Akses secara Diskresi (Discretionary Access Control) adalah metode pembatasan yang ketat, yang meliputi :
Setiap account memiliki username dan password sendiri.
Setiap file/device memiliki atribut(read/write/execution) kepemilikan, group,dan user umum.
Perintah-perintah penting pada DAC :
Mengubah izin akses file.
Mengubah kepemilikan.
Mengubah kepemilikan group.
Menggunakan account root untuk sementara.
3. Kontrol Akses Jaringan (Network Access Control)
Firewall linux :
alat pengontrolan akses antar jaringan yang membuat linux dapat memilih host yang berhak / tidak berhak mengaksesnya.
Fungsi Firewall linux :
Analisa dan filtering paket
Blocking content dan protocol
Bloking isi paket seperti applet java, activeX, Vbscript, Cookies
Autentikasi koneksi dan enkripsi
4. Enkripsi (Encryption)
Penerapan Enkripsi di linux :
a) Enkripsi password
Menggunakan DES ( Data Encryption Standard )
b) Secure Shell (SSH)
Secure socket Layer (SSL)
Enkripsi komunikasi data
5. Logging
Prosedur dari Sistem Operasi atau aplikasi merekam setiap kejadian dan menyimpan rekaman tersebut untuk dapat dianalisa. Semua file log linux disimpan di directory /var/log, antara lain :
Lastlog
last
Xferlog
Access_log
Error_log
Messages
6. Deteksi Penyusupan (Intrusion Detection)
Definisi : aktivitas mendeteksi penyusupan secara cepat dengan menggunakan program khusus secara otomatis yang disebut Intrusion Detection System.
Tipe dasar IDS :
Ruled based system
Adaptive system
Program IDS :
Chkwtmp
Tcplogd
Host entry
Komponen Arsitektur Keamanan NT
1. Adminisrasi User dan Group
Jenis Account User :
Administrator
Guest
User
Jenis Account Group :
Administrator
Guest
User
Operator back-up
Power user
Operator server
Operator account
Operator printer
2. Keamanan untuk Sistem File
A. NTFS :
Cepat dalam operasi standar file (read – write – search)
Terdapat system file recovery, access control dan permission.
Memandang obyek sebagai kumpulan atribut, termasuk permission access.
B. Proteksi untuk integritas data
Transaction logging : merupakan system file yang dapat di-recovery untuk dapat mencatat semua perubahan terakhir pada directory dan file secara otomatis.
Sector sparing : Teknik dynamic data recovery yang hanya terdapat pada disk SCSI dengan cara memanfaatkan teknologi fault-tolerant volume untuk membuat duplikat data dari sector yang mengalami error.
Cluster remapping : Jika ada kegagalan dalam transaksi I/O pada disk, secara otomatis akan mencari cluster baru yang tidak rusak, lalu menandai alamat cluster yang mengandung bad sector tersebut.
Fault tolerance : Kemampuan untuk menyediakan redudansi data secara realtime yang akan memberikan tindakan penyelamatan bila terjadi kegagalan perangkat keras, korupsi perangkat lunak dan kemungkinan masalah lainnya.
3. Model Keamanan Windows NT
Dibuat dari beberapa komponen yang bekerja secara bersama-sama untuk memberikan keamanan logon dan access control list (ACL) dalam NT :
LSA (Local security Authority) : menjamin user memiliki hak untuk mengakses system. Inti keamanan yang menciptakan akses token, mengadministrasi kebijakan keamanan local dan memberikan layanan otentikasi user.
Proses logon : menerima permintaan logon dari user (logon interaktif dan logon remote), menanti masukan username dan password yang benar. Dibantu oleh Netlogon service.
Security Account Manager (SAM) : dikenal juga sebagai directory service database, yang memelihara database untuk account user dan memberikan layan validasi untuk proses LSA.
Security Reference Monitor (SRM) : memeriksa status izin user dalam mengakses, dan hak user untuk memanipulasi obyek serta membuat pesan-pesan audit.
4. Keamanan Sumber Daya Lokal
Obyek dalam NT [file, folder (directory), proses, thread, share dan device], masing-masing akan dilengkapi dengan Obyek Security Descriptor yang terdiri dari :
Security ID Owner
Security ID group
Discretionary ACL (Access Control List)
System ACL
5. Keamanan Jaringan
Jenis Keamanan Jaringan Windows NT :
Model keamanan user level : account user akan mendapatkan akses untuk pemakaian bersama dengan menciptakan share atas directory atau printer.
Model keamanan Share level : dikaitkan dengan jaringan peer to peer, dimana user manapun membagi sumber daya dan memutuskan apakaha diperlukan password untuk suatu akses tertentu.
6. Keamanan pada Printer
Dilakukan dengan mensetting properties printer
Menentukan permission : full control, Manage document, print
Biasanya susunan permission pada NT defaulut : Adminstrator – full control, Owner – Manage document, dan Semua user – print
Mengontrol print job, terdiri dari :
Setting waktu cetak
Prioritas
Notifikasi (orang yang perlu diberi peringatan)
Set auditing information
7. Keamanan Registry
Tools yang disediakan dalam pengaksesan registry :
System policy editor : mengontrol akses terhadap registry editor, memungkinkan administrator mengedit dan memodifikasi value tertentu dalam registry dengan berbasis grafis.
Registry editor (regedit32.exe) : tools untuk melakukan edit dan modifikasi value dalam registry.
Windows NT Diagnostics (winmsd.exe) : memungkinkan user melihat setting isi registry dan valuenya tanpa harus masuk ke registry editor sendiri.
8. Audit dan Pencatatan Log
Pencatatan logon dan logoff termasuk pencatatan dalam multi entry login
Object access (pencatatan akses obyek dan file)
Privilege Use (paencatatan pemakaian hak user)
Account Management (manajemen user dan group)
Policy change (Pencatatan perubahan kebijakan keamanan)
System event (pencatatan proses restart, shutdown dan pesan system)
Detailed tracking (pencatatan proses dalam system secara detail)
Pertanyaan
1. Jelaskan pengertian SSH dan SSL pada linux! (Ilham)
2. Apa perbedaan antara root di Linux dan hak akses di Windows? (Irvan)
Jawab
1. Secure Shell (SSH) : Program yang melakukan loging terhadap komputer lain dalam jaringan, mengeksekusi perintah lewat mesin secara remote dan memindahkan file dari satu mesin ke mesin lainnya. Enkripsi dalam bentuk Blowfish, IDEA, RSA, Triple DES.
Secure socket Layer (SSL) : Mengenkripsi data yang dikirimkan lewat port http.
2. Hak akses pada Linux
Kontrol system file, user, sumber daya (devices) dan akses jaringan.
Hak akses pada Windows
Hak basic : acces computer from network, back-up files/ directory, change system time, logon locally, manage auditing and security, log (event viewer), restore files and directory, shutdown system, take ownership files or other object, dll.
Hak advance : access service and kernel untuk kebutuhan pengembangan system.
Keamanan Database
Basis Data (Database)
Basis data adalah suatu koleksi data computer yang terintegrasi, diorganisasikan dan disimpan dengan suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali. Integrasi logis dari record-record dalam banyak file ini disebut konsep database yang bertujuan untuk meminimumkan pengulangan data (duplikasi data artinya data yang sama disimpan dalam beberapa file) dan mencapai independensi data (kemampuan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa membuat perubahan pada program yang memproses data).
Basis data dapat juga diartikan sebagai kumpulan informasi yang disimpan didalam computer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program computer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil query basis data disebut system management basis data (DBMS). Hirarki data dalam konsep system database yaitu database, file, record dan eleman data.
2. Keamanan Database
Keamanan merupakan suatu proteksi terhadap pengerusakan data dan pemakaian data oleh pemakai yang tidak punya kewenangan.
Untuk menjaga keaman an Basis Data dapat dengan: (1) Penentuan perangkat lunak database server yang handal (2) Pemberian otoritas kepada user mana saja yang berhak mengakses, serta memanipulasi data-data yang ada.
a. Tujuan Keamanan Basis Data
· Secrecy/Confidentiality: Informasi tidak boleh diungkapkan kepada pengguna yang tidak sah. Sebagai contoh, mahasiswa seharusnya tidak diperbolehkan untuk memeriksa nilai siswa lainnya.
· Integrity: Hanya pengguna yang berwenang harus diizinkan untuk memodifikasi data. Sebagai contoh, siswa mungkin diperbolehkan untuk melihat nilai mereka, namun tidak diperbolehkan (jelas) untuk memodifikasi mereka.
· Availability: Pengguna yang terdaftar tidak boleh ditolak akses. Sebagai contoh, seorang instruktur yang ingin mengubah kelas harus diizinkan untuk melakukannya
b. Ancaman terhadap Keamanan Database
· Interuption: Sumber daya basis data dirusak atau menjadi tidak dapat dipakai (ancaman terhadap availability).
· Interception: Pemakai atau bagian yang tidak berhak mengakses sumber daya basis data (ancaman secrecy).
· Modification: Pemakai atau bagian yang tidak berhak tidak hanya mengakses tapi juga merusak sumber daya sistem komputer (ancaman integrity).
· Fabrication: Pemakai atau bagian yang tidak berhak menyisipkan objek palsu kedalam sistem (ancaman integrity).
c. Penyalahgunaan Database
1. Tidak disengaja, jenisnya :
• Kerusakan selama proses transaksi
• Anomali yang disebabkan oleh akses database yang konkuren
• Anomali yang disebabkan oleh pendistribuasian data pada beberapa komputer
• Logika error yang mengancam kemampuan transaksi untuk mempertahankan konsistensi database
2. Disengaja, jenisnya :
• Pengambilan data / pembacaan data oleh pihak yang tidak berwenang
• Pengubahan data oleh pihak yang tidak berwenang
• Penghapusan data oleh pihak yang tidak berwenang
d. Tingkatan Penyalahgunaan Database
· Fisikal à lokasi-lokasi dimana terdapat sistem komputer haruslah aman secara fisik terhadap serangan perusak.
· Manusia à wewenang pemakai harus dilakukan dengan berhati-hati untuk mengurangi kemungkinan adanya manipulasi oleh pemakai yang berwenang
· Sistem Operasi à Kelemahan pada SO ini memungkinkan pengaksesan data oleh pihak tak berwenang, karena hampir seluruh jaringan sistem database menggunakan akses jarak jauh.
· Sistem Database à Pengaturan hak pemakai yang baik.
3. Pengaturan Keamanan Database
a. Otorisasi :
· Pemberian Wewenang atau hak istimewa (priviledge) untuk mengakses sistem atau obyek database
· Kendali otorisasi (=kontrol akses) dapat dibangun pada perangkat lunak dengan 2 fungsi :
· Mengendalikan sistem atau obyek yang dapat diakses
· Mengendalikan bagaimana pengguna menggunakannya
· Sistem administrasi yang bertanggungjawab untuk memberikan hak akses dengan membuat account pengguna.
b. Tabel View :
· Merupakan metode pembatasan bagi pengguna untuk mendapatkan model database yang sesuai dengan kebutuhan perorangan. Metode ini dapat menyembunyikan data yang tidak digunakan atau tidak perlu dilihat oleh pengguna.
· Contoh pada Database relasional,untuk pengamanan dilakukan beberapa level:
1. Relasi à pengguna diperbolehkan atau tidak diperbolehkan mengakses langsung suatu relasi
2. View à pengguna diperbolehkan atau tidak diperbolehkan mengakses data yang terapat pada view
3. Read Authorization à pengguna diperbolehkan membaca data, tetapi tidak dapat memodifikasi.
4. Insert Authorization à pengguna diperbolehkan menambah data baru, tetapi tidak dapat memodifikasi data yang sudah ada.
5. Update Authorization à pengguna diperbolehkan memodifikasi data, tetapi tidak dapat menghapus data.
6. Delete Authorization à pengguna diperbolehkan menghapus data.
· Untuk Modifikasi data terdapat otorisasi tambahan :
1. Index Authorization à pengguna diperbolehkan membuat dan menghapus index data.
2. Resource Authorization à pengguna diperbolehkan membuat relasi-relasi baru.
3. Alteration Authorization à pengguna diperbolehkan menambah/menghapus atribut suatu relasi.
4. Drop Authorization à pengguna diperbolehkan menghapus relasi yang sudah ada.
· Contoh perintah menggunakan SQL :
GRANT : memberikan wewenang kepada pemakai
Syntax : GRANT <priviledge list> ON <nama relasi/view> TO <pemakai>
Contoh :
GRANT SELECT ON S TO BUDI
GRANT SELECT,UPDATE (STATUS,KOTA) ON S TO ALI,BUDI
REVOKE : mencabut wewenang yang dimiliki oleh pemakai
Syntax : REVOKE <priviledge list> ON <nama relasi/view> FROM <pemakai>
Contoh :
REVOKE SELECT ON S TO BUDI
REVOKE SELECT,UPDATE (STATUS,KOTA) ON S TO ALI,BUDI
Priviledge list : READ, INSERT, DROP, DELETE, INEX, ALTERATION, RESOURCE
c. Backup data dan recovery :
Backup : proses secara periodik untuk mebuat duplikat ari database dan melakukan logging file (atau program) ke media penyimpanan eksternal.
Jurnaling : proses menyimpan dan mengatur log file dari semua perubahan yang dibuat di database untuk proses recovery yang efektif jika terjadi kesalahan.
Isi Jurnal :
· Record transaksi
1. Identifikasi dari record
2. Tipe record jurnal (transaksi start, insert, update, delete, abort, commit)
3. Item data sebelum perubahan (operasi update dan delete)
4. Item data setelah perubahan (operasi insert dan update)
5. Informasi manajemen jurnal (misal : pointer sebelum dan record jurnal selanjutnya untuk semua transaksi
· Record checkpoint : suatu informasi pada jurnal untuk memulihkan database dari kegagalan, kalau sekedar redo, akan sulit penyimpanan sejauh mana jurnal untuk mencarinya kembali, maka untuk membatasi pencarian menggunakan teknik ini.
Recovery : merupakan upaya uantuk mengembalikan basis data ke keadaaan yang dianggap benar setelah terjadinya suatu kegagalan.
Jenis Pemulihan :
1. Pemulihan terhadap kegagalan transaksi : Kesatuan prosedur alam program yang dapat mengubah / memperbarui data pada sejumlah tabel.
2. Pemulihan terhadap kegagalan media : Pemulihan karena kegagalan media dengan cara mengambil atau memuat kembali salinan basis data (backup)
3. Pemulihan terhadap kegagalan sistem : Karena gangguan sistem, hang, listrik terputus alirannya.
e. Kesatuan data dan Enkripsi :
· Enkripsi : keamanan data
· Integritas :metode pemeriksaan dan validasi data (metode integrity constrain), yaitu berisi aturan-aturan atau batasan-batasan untuk tujuan terlaksananya integritas data.
· Konkuren : mekanisme untuk menjamin bahwa transaksi yang konkuren pada database multi user tidak saling menganggu operasinya masing-masing. Adanya penjadwalan proses yang akurat (time stamping).
4. Teknik Pemulihan Database
Teknik Pemulihan :
1. defered upate / perubahan yang ditunda : perubahan pada DB tidak akan berlangsung sampai transaksi ada pada poin disetujui (COMMIT). Jika terjadi kegagalan maka tidak akan terjadi perubahan, tetapi diperlukan operasi redo untuk mencegah akibat dari kegagalan tersebut.
2. Immediate Upadate / perubahan langsung : perubahan pada DB akan segera tanpa harus menunggu sebuah transaksi tersebut disetujui. Jika terjadi kegagalan diperlukan operasi UNDO untuk melihat apakah ada transaksi yang telah disetujui sebelum terjadi kegagalan.
3. Shadow Paging : menggunakan page bayangan imana paa prosesnya terdiri dari 2 tabel yang sama, yang satu menjadi tabel transaksi dan yang lain digunakan sebagai cadangan. Ketika transaksi mulai berlangsung kedua tabel ini sama dan selama berlangsung tabel transaksi yang menyimpan semua perubahan ke database, tabel bayangan akan digunakan jika terjadi kesalahan. Keuntungannya adalah tidak membutuhkan REDO atau UNDO, kelemahannya membuat terjadinya fragmentasi.
Pertanyaan yang diajukan pada saat presentasi Keamanan Database :
1. Salah satu contoh kasus penyalahgunaan database secara tidak sengaja dan secara di sengaja? (Fathul)
Jawab = contoh kasus penyalahgunaan database secara tidak sengaja. Input data dengan informasi yang tidak benar misalnya menggunakan e-banking via internet kita memasukan no rek atau token yang salah dalam melakukan transaksi.
Contoh kasus yang di sengaja. Carding adalah penyusun data informasi pada database untuk mendapatkan hak guna yang bukan miliknya misalkan dengan menggunakan uang cairan secara digital dalam melakukan sebuah transaksi.
EVALUASI KEAMANAN SISTEM INFORMASI
1. KEAMANAN SISTEM INFORMASI
1.1 Pengertian Keamanan Sistem Informasi
Berikut beberapa pengertian dari kemanan sistem informasi:
John D. Howard, Computer Security is preventing attackers from achieving objectives through unauthorized access or unauthorized use of computers and networks.
G. J. Simons, keamanan sistem informasi adalah bagaimana kita dapat mencegah penipuan (cheating) atau, paling tidak, mendeteksi adanya penipuan di sebuah sistem yang berbasis informasi, dimana informasinya sendiri tidak memiliki arti fisik.
Wikipedia, keamanan komputer atau sering diistilahkan keamanan sistem informasi adalah cabang dari teknologi komputer yang diterapkan untuk komputer dan jaringan. Tujuan keamanan komputer meliputi perlindungan informasi dan properti dari pencurian, kerusakan, atau bencana alam, sehingga memungkinkan informasi dan aset informasi tetap diakses dan produktif bagi penggunanya. Istilah keamanan sistem informasi merujuk pada proses dan mekanisme kolektif terhadap informasi yang sensitif dan berharga serta pelayann publikasi yang terlindungi dari gangguan atau kerusakan akibat aktivitas yang tidak sah, akses individu yang tidak bisa dipercaya dan kejadian tidak terencana.
1.2 Tujuan Keamanan Sistem Informasi
Keperluan pengembangan Keamanan Sistem Informasi memiliki tujuan sebagai berikut (Rahmat M. Samik-Ibrahim, 2005):
penjaminan INTEGRITAS informasi.
pengamanan KERAHASIAN data.
pemastian KESIAGAAN sistem informasi.
pemastian MEMENUHI peraturan, hukum, dan bakuan yang berlaku.
2. EVALUASI KEAMANAN SYSTEM INFORMASI
SEBAB MASALAH KEAMANAN HARUS SELALU DIMONITOR :
A. Ditemukannya lubang keamanan (security hole) yang baru. Perangkat lunak dan perangkat keras biasanya sangat kompleks sehingga tidak mungkin untuk diuji seratus persen. Kadang-kadang ada lubang keamanan yang ditimbulkan oleh kecerobohan implementasi.
B. Kesalahan konfigurasi. Kadang-kadang karena lalai atau alpa, konfigurasi sebuah sistem kurang benar sehingga menimbulkan lubang keamanan. Misalnya mode (permission atau kepemilikan) dari berkas yang menyimpan password (/etc/passwd di sistem UNIX) secara tidak sengaja diubah sehingga dapat diubah atau ditulis oleh orang-orang yang tidak berhak.
C. Penambahan perangkat baru (hardware dan/atau software) yang menyebabkan menurunnya tingkat security atau berubahnya metoda untuk mengoperasikan sistem. Operator dan administrator harus belajar lagi. Dalam masa belajar ini banyak hal yang jauh dari sempurna, misalnya server atau software masih menggunakan konfigurasi awal dari vendor (dengan password yang sama).
3. PENGUJIAN KEAMANAN SISTEM
Dikarenakan banyaknya hal yang harus dimonitor, administrator dari sistem informasi membutuhkan “automated tools”, perangkat pembantu otomatis, yang dapat membantu menguji atau meng-evaluasi keamanan sistem yang dikelola. Untuk sistem yang berbasis UNIX ada beberapa tools yang dapat digunakan, antara lain:
• Cops
• Tripwire
• Satan/Saint
• SBScan: localhost security scanner
Untuk sistem yang berbasis Windows NT ada juga program semacam, misalnya program Ballista yang dapat diperoleh dari: Selain program-program (tools) yang terpadu (integrated) seperti yang terdapat pada daftar di atas, ada banyak program yang dibuat oleh hackers untuk melakukan “coba-coba”. Program-program seperti ini, yang cepat sekali bermunculuan, biasanya dapat diperoleh (download) dari Internet melalui tempat-tempat yang berhubungan dengan keamanan, seperti misalnya “Rootshell”. (Lihat “Sumber informasi dan organisasi yang berhubungan dengan keamanan sistem informasi” on page 153.) Contoh program coba-coba ini antara lain:
• crack: program untuk menduga atau memecahkan password dengan menggunakan sebuah atau beberapa kamus (dictionary). Program crack ini melakukan brute force cracking dengan mencoba mengenkripsikan sebuah kata yang diambil dari kamus, dan kemudian membandingkan hasil enkripsi dengan password yang ingin dipecahkan. Bila belum sesuai, maka ia akan mengambil kata selanjutnya, mengenkripsikan, dan membandingkan kembali. Hal ini dijalankan terus menerus sampai semua kata di kamus dicoba. Selain menggunakan kata langsung dari kamus, crack juga memiliki program heuristic dimana bolak balik kata (dan beberapa modifikasi lain) juga dicoba. Jadi, jangan sekali-kali menggunakan password yang terdapat dalam kamus (bahasa apapun).
• land dan latierra: program yang dapat membuat sistem Windows 95/NT menjadi macet (hang, lock up). Program ini mengirimkan sebuah paket yang sudah di”spoofed” sehingga seolah-olah paket tersebut berasal dari mesin yang sama dengan menggunakan port yang terbuka (misalnya port 113 atau 139).
• ping-o-death: sebuah program (ping) yang dapat meng-crash-kan Windows 95/NT dan beberapa versi Unix.
• winuke: program untuk memacetkan sistem berbasis Windows
PENGGUNAAN SISTEM PEMANTAU JARINGAN
Sistem pemantau jaringan (network monitoring) dapat digunakan untuk mengetahui adanya lubang keamaman. Misalnya apabila anda memiliki sebuah server yang semetinya hanya dapat diakses oleh orang dari dalam, akan tetapi dari pemantau jaringan dapat terlihat bahwa ada yang mencoba mengakses
melalui tempat lain. Selain itu dengan pemantau jaringan dapat juga dilihat usaha-usaha untuk melumpuhkan sistem dengan melalui denial of service attack (DoS) dengan mengirimkan packet yang jumlahnya berlebihan. Network monitoring biasanya dilakukan dengan menggunakan protokol SNMP (Simple Network Management Protocol).
Program network monitoring / management :
- Etherboy (Windows), Etherman (Unix)
- HP Openview (Windows)
- Packetboy (Windows), Packetman (Unix)
- SNMP Collector (Windows)
- Webboy (Windows)
Program pemantau jaringan yang tidak menggunakan SNMP :
- iplog, icmplog, updlog, yang merupakan bagian dari paket iplog untuk memantau paket IP, ICMP, UDP.
- iptraf, sudah termasuk dalam paket Linux Debian netdiag
- netwatch, sudah termasuk dalam paket Linux Debian netdiag
- ntop, memantau jaringan seperti program top yang memantau proses di sistem Unix
- trafshow, menunjukkan traffic antar hosts dalam bentuk text-mode
Pertanyaan yang diajukan pada saat presentasi Evaluasi Keamanan Sistem Informasi :
Apa penyebab dari celah/lubang keamanan ( security hole ), dan apa dampaknya ( positif dan negatif ) ? (Sandi)
• penyebab : Bisa disebabkan oleh 3 hal, yaitu kesalahan pada desain sistem ataupun algoritma yang digunakan, implementasi algoritma yang kurang baik, dan kesalahan konfigurasi.
• dampak :
- positif : dapat mengetahui kesalahan atau celah keamanan dari sistem yang ada, sehingga tingkat keamanannya dapat ditingkatkan.
- negatif : adanya pihak-pihak yang dianggap merugikan yang dapat masuk, mengakses, ataupun merusak sistem atau keamanan sistem yang ada.
Selasa, 21 April 2015
Keamanan pada Jaringan Komputer dan Prinsip Keamanan Komputer
Membatasi Akses ke Jaringan
- Membuat tingkatan akses :
- Pembatasan‐pembatasan dapat dilakukan sehingga memperkecil peluang penembusan oleh pemakai yang tak diotorisasi, misalnya :
- Pembatasan login. Login hanya diperbolehkan :
- Pada terminal tertentu.
- Hanya ada waktu dan hari tertentu.
- Pembatasan dengan call‐back (Login dapat dilakukan siapapun. Bila telah sukses login, sistem segera memutuskan koneksi dan memanggil nomor telepon yang telah disepakati, Penyusup tidak dapat menghubungi lewat sembarang saluran telepon, tapi hanya pada saluran telepon tertentu).
- Pembatasan jumlah usaha login.
- Login dibatasi sampai tiga kali dan segera dikunci dan diberitahu ke administrator.
- Semua login direkam dan sistem operasi melaporkan informasi‐informasi berikut :
- Waktu, yaitu waktu pemakai login.
- Terminal, yaitu terminal dimana pemakai login.
- Tingkat akses yang diizinkan ( read / write / execute / all )
- Mekanisme kendali akses :
- Masalah identifikasi pemakai ketika login disebut otentifikasi pemakai (user authentication). Kebanyakan metode otentifikasi didasarkan pada tiga cara, yaitu :
- Sesuatu yang diketahui pemakai, misalnya :
- Password.
- Kombinasi kunci.
- Nama kecil ibu mertua.
- Dan sebagainya.
- Sesuatu yang dimiliki pemakai, misalnya :
- Badge.
- Kartu identitas.
- Kunci.
- Dan sebagainya.
- Sesuatu mengenai (ciri) pemakai, misalnya :
- Sidik jari.
- Sidik suara.
- Foto.
- Tanda tangan.
- Waspada terhadap Rekayasa sosial :
- Mengaku sebagi eksekutif yang tidak berhasil mengakses, menghubungi administrator via telepon/fax.
- Mengaku sebagai administrator yang perlu mendiagnosa masalah network,menghubungi end user via email/fax/surat.
- Mengaku sebagai petugas keamanan e‐commerce,menghubungi customer yang telah bertransaksi untuk mengulang kembali transaksinya di form yang disediakan olehnya.
- pencurian surat, password.
- penyuapan, kekerasan.
- Membedakan Sumber daya internal dan Eksternal :
- Memanfaatkan teknologi firewall yang memisahkan network internal dengan network eksternal dengan rule tertentu.
- Sistem Otentikasi User :
- Def : adalah proses penentuan identitas dari seseorang yang sebenarnya, hal ini diperlukan untuk menjaga keutuhan ( integrity ) dan keamanan ( security ) data, pada proses ini seseorang harus dibuktikan siapa dirinya sebelum menggunakan layanan akses.
- Salting.
- Menambahkan string pendek ke string password yang diberikan pemakai sehingga mencapai panjang password tertentu.
- One time password.
- Pemakai harus mengganti password secara teratur. Upaya ini membatasi peluang password telah diketahui atau dicoba‐coba pemakai lain.
- Bentuk ekstrim pendekatan ini adalah one time password, yaitu pemakai mendapat satu buku berisi daftar password. Setiap kali pemakai login, pemakai menggunakan password berikutnya yang terdapat di daftar password.
- Dengan one time password, pemakai direpotkan keharusan menjaga agar buku passwordnya jangan sampai dicuri.
- Satu daftar panjang pertanyaan dan jawaban.
- Variasi terhadap password adalah mengharuskan pemakai memberi satu daftar pertanyaan panjang dan jawabannya. Pertanyaan‐pertanyaan dan jawabannya dipilih pemakai sehingga pemakai mudah mengingatnya dan tak perlu menuliskan di kertas.
- Pertanyaan berikut dapat dipakai, misalnya :
- Siapa mertua abang ipar Badru ?
- Apa yang diajarkan Pak Harun waktu SD ?
- Di jalan apa pertama kali ditemukan simanis ?
- Pada saat login, komputer memilih salah satu dari pertanyaan‐pertanyaan secara acak, menanyakan ke pemakai dan memeriksa jawaban yang diberikan.
- Tantangan tanggapan (chalenge response).
- Pemakai diberi kebebasan memilih suatu algoritma, misalnya x3.
- Ketika pemakai login, komputer menuliskan di layar angka 3. Dalam kasus ini pemakai mengetik angka 27. Algoritma dapat berbeda di pagi, sore, dan hari berbeda, dari terminal berbeda, dan seterusnya.
- Secureid ACE (Access Control Encryption)
- System token hardware seperti kartu kredit berdisplay, pemakai akan menginput nomor pin yang diketahui bersama, lalu memasukkan pascode bahwa dia pemilik token.
- S/key (Bellcore)
- System software yang membentuk one time password (OTP) berdasarkan informasi login terkhir dengan aturan random tertentu.
- Password Authentication Protocol (PAP)
- Protokol dua arah untuk PPP (Point to point Protocol). Peer mengirim pasangan user id dan password, authenticator menyetujuinya.
- Challenge Handshake Authentication Protocol (CHAP)
- S/key pada PAP, protocol 3 arah, authenticator mengirim pesan tantangan ke peer, peer menghitung nilai lalu mengirimkan ke authenticator, authenticator menyetujui otentikasi jika jawabannya sama dengan nilai tadi.
- Remote Authentication Dial‐in User Service (RADIUS)
- Untuk hubungan dial‐up, menggunakan network access server, dari suatu host yang menjadi client RADIUS, merupan system satu titik akses.
- Terminal Access Controller Access Control System (TACACS)
- Protokol keamanan berbasis server dari CISCO System. Secury\ity Server terpusat dangan file password UNIX, database otentikasi, otorisasi dan akunting, fungsi digest (transmisi password yang tidak polos)
Pertanyaan :1. Apa yang dimaksud dengan wiretapping? apa saja ancaman yang dihasilkan oleh wiretapping?
Jawab: Wiretapping adalah jenis ancaman keamanan jaringan yg berupa penyadapan melalui jaringan kabel. Bentuk ancaman ini adalah penyadapan melalui komunikasi jaringan data internet, penyadapan komunikasi melalui telfon. Biasanya wiretapping ini digunakan para aparat keamanan utk mendeteksi kejahatan yg mungkin terjadi, contohnya KPK yang menyadap telfon dari tersangka koruptor.
4. Prinsip Keamanan Komputer
- Rancangan Sistem
- Pemeriksaan Otorisasi
- Mekanisme Ekonomi



